![]() |
| Foto Istimewa, Dokumen penggiat pemekaran Kabupaten Jampang |
Dilansir dari
Pikiran Rakyat, Desakan pemisahan dari wilayah Kabupaten Sukabumi kembali
bergeliat dalam setahun terakhir ini. Masyarakat di kawasan Pajampangan atau
Sukabumi wilayah selatan berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat
untuk segera mengabulkan pembentukan Kabupaten Jampang.
“Kami
berharap pemerintah untuk segera merespons keinginan dan harapan ratusan ribu
warga yang tersebar di selatan Sukabumi. Pemerintah harus segera membentuk
Daerah Otonomi Baru Kabupaten Jampang,” kata salah satu aktivis Pemekaran
Kabupaten Jampang, Henda Pribadi. Sabtu (13/1/2018).
Henda
Pribadi mengatakan, pemekaran sangat mendesak. Terutama untuk mendapatkan
pelayanan secara optimal dari pemerintah. Karena selama ini, mereka merasakan
ada ketimpangan pembangunan yang sudah lama dirasakan masyarakat Sukabumi
Selatan.
“Intinya
untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur dan perekonomian.
Terutama mengentaskan kemiskinan di Panjampangan, tidak ada yang paling lepat
selain memekarkan wilayah,” katanya.
Sebenarnya,
kata Henda Pribadi keinginan pemekaran wilayah Kabupaten Sukabumi sejak 1990
lalu. Tapi sampai saat ini, harapan warga kawasan selatan tersebut belum
direalisasikan pemerintah. Berbagai upaya memperjuangan pemekaran tidak
membuahkan hasil yang signifikan.
“Kecuali
melahirkan catatan dalam sejarah DOB, mungkin Kabupaten Jampang adalah usulan
terlama DOB bagi Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia. Pergantian kepala
daerah baik gubernur jabar maupun bupati Sukabumi sama sekali tidak
melahirkan Jampang menjadi DOB,” katanya.
Henda
Pribadi menegasakan warga berkeinginan DOB Jampang sejak 28 tahun lalu. Tapi
keinginan warga memiliki otonomi tersendiri lepas dari Kabupaten Sukabumi belum
terelasasikan. “Padahal keinginan lepas dan mengurus sendiri hanya semata-mata
untuk mendapatkan pelayanan optimal dari pemerintah,” katanya.
Henda
Pribadi mengatakan, selama ini warga yang tersebar di wilayah selatan
Kabupaten Sukabumi merasakan pembangunan terjadi ketimpangan. Pembangunan
di kabupaten ini hanya dirasakan warga disekitar Palabuhanratu hingga Utara.
“Sementara wilayan selatan terkesan ditinggalkan,” katanya.
Perjuangan
warga selatan Sukabumi, kata Henda Pribadi, telah dilakukan dengan pembentukan
berbagai organisasi kemasayarakat. Mulai dari pembentukan Forum Musyawarah
Masyarakat Jampang (Formusja), Panitia Pemekaran Kabupaten Jampang (P2KJ),
Aliansi Masyarakat Pemuda Pajampangan (AMPP) hingga Badan Persiapan Pemekaran
Kabupaten Jampang (BP2KS).
“Untuk
memperjuangan DOB Jampang telah dilakukan dengan berbagai pembentukan organissi
kemasayarakat. Tapi langkah tersebut masih belum kuncung terwujud,” katanya.
Sebenarnya,
kata Henda Pribadi, perjuangan DOB Jampang hanya tinggal meneruskan dan membuka
kembali lembaran lama. Apalagi rencana pembangunan jangka panjang Jabar melalui
SK. Gubernur No 31 Tahun 1990 tentang pola induk pengembangan wilayah
Propinsi Daerah Jawa Barat telah lama terintis.

No comments:
Post a Comment