"Kisruh Papua bisa jadi diciptakan oleh sekelompok oknum yang jaringan dan praktek korupsinya tidak ingin terusik. Kita semua menyadari bahwa pihak asing tidak pernah berhenti mengobok-obok Indonesia, dan sepertinya mustahil operasi intelijen asing dapat berjalan baik di negara kita bila tanpa adanya bantuan dari oknum bangsa kita sendiri yang menjadi agen taktis atau komparadornya"
Hal tersebut diungkapkan pemerhati budaya dan lingkungan, Andi Supriadi, saat acara Bincang Warung Kopi di sebuah Kafe di kawasan Bogor, Minggu (1/9/2019).
Menurut mantan aktivis Unpad Bandung tersebut, kualitas aparat keamanan Indonesia sudah sangat mumpuni untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah seperti yang tengah terjadi di Papua akhir-akhir ini. Namun tanpa dukungan politik yang kuat dan dukungan anggaran yang cukup serta memadai, bagaiimana pun hebatnya aparat kita, tidak akan mampu bekerja secara optimal.
"Jadi menurut hemat saya, perihal adanya peranan asing atau kelompok pemberontak yang terorganisir rapih pada serangkaian peristiwa di Papua akhir-akhir ini, itu adalah kemungkinan yang sangat besar sekali terjadi, mengingat geopolitik dan geostrategis Papua, serta masih banyaknya titik-titik sumber daya alam Papua yang luar biiasa hebat dan itu jadi incaran serta rebutan pihak-pihak berkepentingan yang ingin mengeruk keuntungan darinya, melalui penguasaan wilayah lebih dulu agar lebih mudah", kata Andi.
Namun, lanjut Andi, dalam pengamatannya, pihak keamanan Indonesia sepertinya jauh-jauh hari sebenarnya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi segala kemungkinan dari campur tangan pihak-pihak tersebut, akan tetapi mereka tidak bisa bekerja dengan baik karena dukungan anggaran yang kurang memadai atau mungkin tidak lancar. Atau bisa juga karena adanya konflik kepentingan di tingkat elit, yang "menyandera" para pucuk pimpinan bidang keamanan, yang berimbas pada terganggunya regulasi dan kinerja aparat dalam menjalankan tugas pokoknya.
"Oleh sebab itu, perihal anggaran dan kelancarannya harus diperhatikan dengan baik oleh pihak yang berwenang, dan sebaiknya konflik di tingkat elit, jangan sampai mengganggu kerja aparat, agar keselamatan bangsa dan negara tidak tergadai akibat ulah asing yang dibantu oknum-oknum bangsa kita sendiri", pungkas Andi.

No comments:
Post a Comment